Abstract
Ikan gabus (Channa striata) kaya akan kandungan albumin. Terbatasnya informasi perubahan karakteristik ekstrak ikan gabus yang diberikan perlakuan panas dan asam yang tinggi menjadi penelitian yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Tujuan penelitian ini untuk menentukan bagian ikan terbaik dan efek waktu pemanasan dan pengasaman terhadap kadar albumin pada ikan gabus. Pemanasan pada suhu 70oC selama 0, 15, dan 30 menit serta pengasaman pH 1, 4, dan 7. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi menggunakan kecepatan sentrifugasi 6.000 rpm selama 60 menit dan peneraan absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 280nm guna mengevaluasi karakteristik ekstrak protein. Hasil kadar albumin berbanding lurus dengan kadar protein. Kadar keasaman ekstrak ikan gabus aman untuk penggunaan topikal kulit, dengan pH 4,5–6,5. Daging gabus merupakan bagian terbaik sumber albumin dengan kadar 22.4±0.056 mg/100 g. Peningkatan absorbansi lebih tinggi terjadi pada bagian daging di suhu 70oC selama 15 menit dan dalam lingkungan asam kuat (pH 1,0). Protein ekstrak ikan gabus lebih rentan terhadap denaturasi dibandingkan dengan bovine serum albumin (BSA) standar.
Cite
CITATION STYLE
Yuniati, R., Nurtari, R. Y., Annaafi, A. D., Priguna, T. M., Anggita, V. D., Kusumaningrum, N., … Hardian, H. (2024). Pengaruh waktu pemanasan dan pengasaman terhadap kadar albumin ekstrak ikan gabus. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 27(2), 104–111. https://doi.org/10.17844/jphpi.v27i2.46448
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.