Abstract
Penelitian ini penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Penelitian dilakukan di empat pondokpesantren yang bertujuan menemukan dan menggambarkan fenomena program pendidikan kader ulama di pesantren tersebut sesuai apa nyatanya. Pendekatan yang digunakan adalah historis, kasus, normatif dan relativisme. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pendidikan pesantren masih signifikan menjalankanfungsinya dalam proses reproduksi Kader Ulama, selama diberikan tempat dan keleluasaan mengatur dan menata program pendidikannya sendiri. Selain itu, dari empat pondok pesantren yang diteliti menunjukkan bahwa pesantren dalam membina para santri untuk menjadi insan kamil sudah berlangsung lama yang dilakukan oleh para ulama atau kiai. Bagipara ulama /kiaipengasuh pondok pesantren yang sudah menggeluti pekerjaan tersebut tampak ikhlas, serius, tenang, dan asyik menikmatinya. Akan tetapi program kepesantrenan tampak sedikit terganggu, ketika terintervensi dengan program pembelajaran madrasah tsanawiyah dan aliyah versi pemerintah (Depag dan Diknas). Demikian juga dengan tuntutan kebutuhan sosial yang sebagian masyarakat menginginkan "ijazah " sebagai pengakuan legal yang bisa dipakai untuk suatu urusan pekerjaan. Kenyataan ini dialami oleh pesantren luar jawa, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan.
Cite
CITATION STYLE
Arifuddin, I. (2018). EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KADER ULAMA DI BERBAGAI PESANTREN. Al-Qalam, 12(1), 19. https://doi.org/10.31969/alq.v12i1.577
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.