Abstract
Experts predict that there will be a cyber war when Russia invades Ukraine. Russia is expected to use offensive cyberattacks to create surprise and undermine Ukraine's defenses and morale. Cyberattacks are seen as sufficient to achieve Russia's goals without the need for conventional military force. Cyber operations are predicted to provide strategic advantages for Russia, both as a complement to military power and as an independent instrument. This study seeks to assess the impact of cyber operations that accompanied Russia's invasion in the Russia-Ukraine conflict, considering the circumstances and conditions of the situation. The research approach is a qualitative analysis of literature about the Russia-Ukraine conflict. The results show no evidence to support that Russia's cyber operations measurably affect the course of the conflict, provide tactical advantages, or observable strategic value. Cyber operations tend to produce effects that are immeasurable and difficult to control fully. Cyber operations are not a replacement for military force but can complement military operations. They can be effective for data gathering or disruptive operations, especially in gray zone conflicts. Proper planning, preparation, and resource allocation are necessary for successful cyber operations.Para ahli memprediksi bahwa perang siber akan terjadi ketika Rusia menyerang Ukraina. Rusia diperkirakan akan menggunakan serangan siber ofensif untuk menciptakan kejutan dan meruntuhkan pertahanan dan moral Ukraina. Serangan siber dipandang cukup untuk mencapai tujuan Rusia tanpa perlu menggunakan kekuatan militer konvensional. Operasi siber diprediksi akan memberikan keuntungan strategis bagi Rusia, baik sebagai pelengkap kekuatan militer maupun sebagai instrumen independen. Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran operasi siber yang menyertai invasi Rusia dalam konflik Rusia-Ukraina, dengan mempertimbangkan keadaan dan kondisi situasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap literatur yang berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada bukti yang mendukung bahwa operasi siber Rusia secara signifikan mempengaruhi jalannya konflik, memberikan keuntungan taktis, atau nilai strategis yang terlihat. Operasi siber cenderung menghasilkan efek yang sulit diukur dan sulit dikendalikan sepenuhnya. Operasi siber bukan pengganti kekuatan militer tetapi dapat melengkapi operasi militer. Operasi siber efektif untuk pengumpulan data atau operasi pengganggu, terutama dalam konflik zona abu-abu. Perencanaan, persiapan, dan alokasi sumber daya yang tepat diperlukan untuk operasi siber yang sukses.
Cite
CITATION STYLE
Firdini, F., Panggabean, J. U., & Anwar, S. (2024). The Role of Russian Cyber Operations in The Russian–Ukraine War in Achieving Russia’s Strategic Objectives. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 8(1), 118–131. https://doi.org/10.36574/jpp.v8i1.470
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.