Abstract
Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi yang kesiapannya dimulai sejak usia remaja. Dengan adanya perubahan pada saat memasuki masa remaja, perlu adanya pengawasan serta pembinaan yang dilakukan oleh seluruh lapisan mulai dari keluarga di rumah maupun sekolah di sekolah guna menjaga remaja dari perilaku menyimpang (seks bebas) serta pernikahan dini. Program kesehatan reproduksi remaja telah dilaksanakan pada seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Akan tetapi, angka kasus pernikahan dini di Provinsi Lampung masih dapat dikatakan tinggi. Oleh karena itu program kesehatan reproduksi remaja dinilai masih belum optimal dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kesehatan reproduksi remaja pada sekolah menengah atas di Provinsi Lampung dan mengidentifikasi faktor pendukung serta kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaan program kesehatan reproduksi remaja di sekolah pada Kabupaten/Kota Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menggunakan model implementasi program milik Jones (1996) meliputi pengorganisasian, interpretasi dan penerapan menunjukkan bahwa implementasi program kesehatan reproduksi remaja pada sekolah menengah atas di Provinsi Lampung masih belum optimal. Beberapa kendala yang dihadapi yaitu koordinasi antar instansi yang belum baik, pemahaman siswa yang berbeda serta belum adanya kegiatan lanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Listiansyah, M. A., Caturiani, S. I., & Atika, D. B. (2025). IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PROVINSI LAMPUNG: TANTANGAN DAN PELUANG. Administrativa : Jurnal Birokrasi, Kebijakan Dan Pelayanan Publik, 7(1), 97–105. https://doi.org/10.23960/administrativa.v7i1.307
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.