Abstract
Pilkada serentak keempat akan diselenggarakan pada Desember 2020. Walaupun masa jabatan kepala daerah terpilih nantinya hanya memiliki waktu singkat, namun berbagai kalangan dengan beragam latar belakang turut serta dalam persaingan ini. Salah satunya adalah Gibran Rakabuming Raka. Gibran merupakan anak pertama dari Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo. Pro dan kontra bermunculan dari pencalonan Gibran. Namun, Gibran tetap maju dalam bursa bakal calon Wali Kota Solo. Gibran sendiri telah mendaftarkan diri sebagai anggota dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai kendaraan politik untuk meraih kekuasaan. PDIP belum memutuskan calonnya untuk bersaing dalam pemilihan Wali Kota Solo. Gibran tetap menjalankan strategi politiknya agar menjadi kandidat dari PDIP untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah di Solo. Marketing politik dilakukan untuk meraih tujuan yaitu memenangkan pemilihan. Dikaitkan dengan pola partai politik Lees- Marshment, Gibran menjalankan nilai yang dimiliki oleh PDIP. Perubahan sikap dengan media dan kegiatan blusukan dilakukan oleh Gibran agar sesuai dengan nilai partai. Selain pemberitaan Gibran terkait dengan pro dan kontra pencalonannya, pemberitaan yang bersifat softening news banyak ditulis oleh media dibandingkan dengan program kerja jika ia terpilih sebagai Wali Kota. Copyright
Cite
CITATION STYLE
Riyanti, J. (2020). Marketing Politik di Media dan Softening News Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Wali Kota Solo. CHANNEL: Jurnal Komunikasi, 8(2), 89. https://doi.org/10.12928/channel.v8i2.15878
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.