Fenomena K-Pop di Arab Saudi

  • Mariani A
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Arab Saudi sering dipandang sebagai negara yang sangat konservatif karena kuatnya pengaruh ideologi Wahabisme dalam pemerintahan, sebuah ideologi yang cenderung dipersepsikan sebagai paham yang anti modernitas. Peran ulama juga selama ini dinilai sangat kuat dalam menentukan kebijakan negara. Akan tetapi, sejak tahun 2016, terjadi perubahan sosial yang besar berupa kebebasan dan kelonggaran yang diberikan negara di berbagai sektor, terutama di sektor sosial, di antaranya: perempuan diperbolehkan memasuki stadion olahraga, menyetir, bepergian tanpa wali. Perubahan ini termasuk pula memberi kelonggaran hiburan seperti konser musik, termasuk yang cukup mengejutkan adalah masuknya fenomena K-Pop di Saudi. Kebijakan ini menciptakan perdebatan di antara berbagai kelompok, terutama di kalangan para ulama Wahhabi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang muncul dari proses reformasi sosial di Arab Saudi terhadap otoritas keagamaan di negara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori otoritas keagamaan dan kaitannya dengan komunikasi digital yang dikemukakan oleh Cheong (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi sosial di Arab Saudi memengaruhi dinamika otoritas keagamaan dan terjadi pergeseran otoritas dari otoritas tradisional, seperti ulama, menjadi otoritas sipil.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mariani, A. (2021). Fenomena K-Pop di Arab Saudi. Jurnal ICMES, 5(1), 125–142. https://doi.org/10.35748/jurnalicmes.v5i1.98

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free