Modern Pondok Pesantren: Maintaining Tradition in Modern System

  • Zarkasyi H
N/ACitations
Citations of this article
364Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pondok pesantren is a renown Islamic education system that generally categorized as traditional system. However, there were tendencies of certain pondok pesantren that developed their system from traditional into modern system of education. Here, it may be classified that pondok pesantren have two systems of education: traditional and modern. Traditional pesantren, tend to implement the curriculum based on certain classical books called kitab kuning while maintaining unique traditional method of instruction such as sorogan, bandongan, halaqah, and mudhakarah. In the other hand, modern pesantren have their the curriculum modified in order to be fitted with school curriculum emphasizing the subject of Islamic studies and employing full modern method of instruction. It is attractively to known then, that it there were tendencies of certain pondok pesantren that developed their system from traditional into modern system of education. By this development a new model of pondok pesantren emerged that characteristically can be identified as an Islamic education system using modern system Curriculum, applying modern system and methodology of instruction and employing modern institutional system, yet it maintain traditional value system for their daily life in the campus. The writer found in this research that modern system of pesantren initiated with Wahid Hasyim and Jamiah Khair, then ultimately on the hand of Imam Zarkasyi. This paper will try to elaborate history of pesantren in Indonesia, improved later several aspects of modernization of pesantren system. Abstrak Pondok pesantren adalah sistem pendidikan Islam yang terklasifikasi sebagai sistem tradisional. Meskipun begitu, ada kecenderungan dari beberapa pondok pesantren yang mengembangkan sistem mereka dari tradisional menjadi sistem pendidikan modern. Di sini, dapat diklasifikasikan bahwa pondok pesan-tren memiliki dua sistem pendidikan, tradisional dan modern. Pesantren tradi-sional berupaya untuk mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kitab-kitab klasik yang disebut sebagai kitab kuning, sekaligus memelihara metode pengajaran tradisional yang unik seperti sorogan, bandongan, halaqah, dan mudhakarah. Di sisi lain, pesantren modern mempunyai kurikulum yang dimodifikasi agar sesuai dengan kurikulum sekolah dengan menekankan subjek-subjek studi islam dan menggunakan metode pengajaran modern secara keseluruhan. Maka menarik untuk mengetahui bahwa ada kecenderungan dari beberapa pondok pesantren tradisional untuk mengembangkan sistem mereka dari tradisional menjadi sistem pendidikan modern. Dengan adanya pengembangan model baru dari sistem pondok pesantren yang digabungkan itu, secara karakteristik kemudian dapat didefinisikan sebagai sistem pendudukan Islam yang menggunakan sistem kurikulum, sistem dan metodologi modern, sekaligus sistem institusional modern sambil tetap menjalankan nilai-nilai dari sistem tradisional untuk kehidupan sehari-hari mereka di sekolah. Penulis menemukan di penelitian ini bahwa sistem pesantren modern diinisiasi oleh Wahid Hasyim and Jamiah Khair, sebelum kemudian mencapai puncaknya oleh Imam Zarkasyi. Penelitian ini akan men-coba mengelaborasi sejarah pesantren di Indonesia, dikembangkan kemudian dengan beberapa aspek dari modernisasi sistem pesantren.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zarkasyi, H. F. (2015). Modern Pondok Pesantren: Maintaining Tradition in Modern System. TSAQAFAH, 11(2), 223. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v11i2.267

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free