Aromaterapi Kayu Manis (Cinnamomum) sebagai Terapi Komplementer Dismenore: Systematic Review

  • Sari N
  • Made Dinda Pratiwi
  • Kadek Listia Prasetya Dewi
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang umum dialami perempuan usia reproduktif dan berdampak terhadap kualitas hidup. Meskipun terapi konvensional seperti OAINS cukup efektif meredakan keluhan nyeri, penggunaannya berisiko menimbulkan efek samping. Hal ini mendorong intervensi tambahan berupa terapi komplementer. Salah satunya yaitu aromaterapi kayu manis (Cinnamomum) yang mengandung cinnamaldehyde dan eugenol dengan efek analgesik, anti-inflamasi, dan antispasmodik. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review berbasis pedoman PRISMA dengan menganalisis jurnal ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris dalam rentang 2020–2025 yang diakses melalui Google Scholar dan PubMed. Pembahasan: Dari 1.837 artikel yang ditelusuri, terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan menunjukkan efektivitas aromaterapi kayu manis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore secara signifikan. Simpulan: Aromaterapi kayu manis berpotensi sebagai terapi komplementer dismenore. Penerapannya secara luas membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, guna mendukung implementasi klinis yang tepat dan berkelanjutan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, N. R. W., Made Dinda Pratiwi, Kadek Listia Prasetya Dewi, Dewa Ayu Aryantika Anggraeni, Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini, & Ni Putu Ayu Daneswari Dewi. (2026). Aromaterapi Kayu Manis (Cinnamomum) sebagai Terapi Komplementer Dismenore: Systematic Review. JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 12(2). https://doi.org/10.53366/jimki.v12i2.900

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free