Abstract
Artikel ini fokus pada pendekatan burhani dalam penafsiran al-Qur’an yang ada dalam tradisi Islam. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka. Berdasarkan tradisi Islam, sebagian sarjana Muslim menggunakan epistemologi yang bervariasi dalam penafsiran al-Qur’an, seperti bayani, ‘irfani, dan burhani yang turut memengaruhi hasil kajian intelektual mereka. Sebagian filosof Muslim menggunakan burhani dalam penafsiran al-Qur’an, sebagian teolog Muslim menggunakan kombinasi burhani dan bayani dalam penafsiran al-Qur’an, dan sebagian sufi menggunakan kombinasi burhani and ‘irfani dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga penafsiran mereka tidak sama. Latar belakang intelektual dan ideologi mereka seakan memaksa mereka menggunakan pendekatan yang bervariasi dalam penafsiran al-Qur’an. Oleh karena itu, variasi-variasi pendekatan dalam penafsiran al-Qur’an ini membuat umat jauh dari ajaran al-Qur’an yang sebenarnya, dan penafsiran al-Qur’an nampak sangat relatif.
Cite
CITATION STYLE
Zamzami, M. S. (2016). PENDEKATAN BURHANI DALAM STUDI AL-QUR’AN. El-Furqania : Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(01), 1–16. https://doi.org/10.54625/elfurqania.v2i01.1417
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.