Abstract
Air nutrisi pada reservoir hidroponik rakit apung berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrsi tanaman hidroponik. Sirkulasi yang terus menerus selama 24 jam menyebabkan ketinggian air berkurang akibat proses evaporasi pada tanaman, mengakibatkan air reservoir berkurang tiap harinya. Penelitian dilakukan dengan merancang alat monitoring ketinggian air dan nutrisi tanaman kangkung (Ipomea reptans) pada hidroponik rakit apung melalui aplikasi telegram. Sensor Ultrasonik HC-SR04 sebagai pembaca level air dan Sensor TDS DFRobot TDS nutrisi serta relay 2 channel sebagai on-off otomatis pompa air dan nutrisi. Bot telegram API melalui botfather disinkronkan dengan nodeMCU-ESP32 sehingga dapat dikontrol melalui sistem internet of things (IoT). Telegram dapat menerima dan meminta informasi tinggi air, TDS, status pompa, menghidupkan dan mematikan pompa air serta nutrisi. Pompa air “on” pada ketinggian kurang dari 15 cm dan pompa “off” pada ketinggian di atas 20 cm, sedangkan untuk pompa nutrisi “on” pada nilai TDS kurang dari 500 ppm dan “off” pada nilai TDS di atas 1000 ppm. Pada pengujian sensor ultrasonik didapatkan error 0%, sedangkan pada pengujian sensor TDS didapat error 0-0,4 % dan 0-0,5%. Tanaman kangkung hidroponik rakit apung pada umur 30 HST mencapai rata-rata tinggi tanaman 52,63 cm dan bobot total basar sebesar 31,25 gram. Kata Kunci: floating, hidroponik, IoT, kangkung, telegram
Cite
CITATION STYLE
Kurniawan, A., & Lestari, H. A. (2020). SISTEM KONTROL NUTRISI FLOATING HYDROPONIC SYSTEM KANGKUNG (Ipomea reptans) MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS BERBASIS TELEGRAM. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 9(4), 326. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v9i4.326-335
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.