Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hukum Aset Digital NFT: Studi Kasus Tindakan Plagiarisme Seniman Kripto Twisted Vacancy atas Karya Milik Ardneks

  • Lie G
  • Trixie I
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

NFT adalah salah satu bentuk aset dibidang seni, NFT dapat berfungsi sebagai bukti kepemilikan dan keberadaan aset digital dalam bentuk karya seni, video, foto, hingga musik. Lebih lanjut, pembuat aset digital dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan di pasar NFT atau pertukaran secara peer-to-peer. Dengan menggunakan sistem blockchain untuk fungsi validasi dari keaslian suatu karya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah, yuridis-normatif. Metode yuridis- nasional dan merupakan pedoman sosial yang dipakai sebagai standar berperilaku. (Marzuki, 2005). Perlindungan hukum atas aset digital NFT yang dijamin keamanannya tercermin dalam UU Hak Cipta No. 28 tahun 2014. Salah cara untuk mencegah pelanggaran hak cipta oleh pencipta atau seniman karya seni adalah dengan mendaftarkan hak cipta karya seni Anda sebelum menerbitkannya di Non-Fungible Tokens (NFT).

Cite

CITATION STYLE

APA

Lie, G., & Trixie, I. (2024). Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hukum Aset Digital NFT: Studi Kasus Tindakan Plagiarisme Seniman Kripto Twisted Vacancy atas Karya Milik Ardneks. JLEB: Journal of Law, Education and Business, 2(1), 444–449. https://doi.org/10.57235/jleb.v2i1.1778

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free