Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Menghadapi tantangan Era Globalisasi maka tenaga kesehatan dituntut dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pelayanan berkualitas dapat terwujud melalui praktik kolaborasi yang baik antar profesi. Perlu diadakannya praktik kolaborasi sejak dini melalui proses pembelajaran Interprofessional Education. IPE dimulai sejak mahasiwa kesehatan menjalani program profesi. Namun, masalahnya yaitu kurangnya kepercayaan diri mahasiswa saat menjalani profesi. Kenyataannya, mahasiswa farmasi memiliki self eficacy yang rendah daripada mahasiswa kedokteran dan keperawatan sehingga perlu adanya pelatihan interprofesional.Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh pelatihan interprofesional terhadap self eficacy pada mahasiswa kesehatan. Metode: Studi ini diperoleh dari 4 database yaitu E-resources perpustakaan nasional, ERIC, Google Scholar, dan PubMed dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur ini antara lain: “interprofessional training and self-eficacy”, “interprofessional collaborative practice and self confidence”.Hasil: Dari 11 penelitian yang diperoleh, 10 penelitian menyatakan interprofesional secara signifikan meningkatkan self eficacy pada mahasiswa kesehatan.Kesimpulan: Pelatihan interprofesional dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, kerjasama tim dan tim manajemen yang berguna untuk meningkatkan self eficacy sehingga dapat meningkatkan perawatan dan keselamatan pasien. Kata Kunci: Pelatihan Interprofesional, Self eficacy, Mahasiswa Profesi Kesehatan
Cite
CITATION STYLE
Pangesti, N. A. (2020). STUDI LITERATUR : PENGARUH PELATIHAN INTERPROFESIONAL TERHADAP SELF EFICACY PADA MAHASISWA KESEHATAN. DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN, 10(1), 328–339. https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.395
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.