PERAN PEMERINTAH MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA AMBON TAHUN 2019

  • UTAMA M
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kota Layak Anak (KLA) merupakan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Penyelenggaraan KLA di Kota Ambon sudah memiliki payung hukum yaitu Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak. Latar belakang penelitian ini adalah terdapat beberapa kendala dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Ambon yakni (1) Program Kota Layak Anak belum popular ditingkat OPD di Kota Ambon. OPD di Kota Ambon masih bersifat egosektoral sehingga sulit untuk mengintegrasikan isu anak dalam menyusun program masing-masing OPD, (2) Belum adanya anggaran berdasarkan kebutuhan anak dalam APBD, (3) Belum optimalnya jalinan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan masyarakat sendiri termasuk anak-anak, (4) Belum ada Baseline data anak yang terintegrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data wawancara mendalan, penelusuran literatur dan literatur internet. Hasil penelitian mengambarkan bahwa 12 tahun Kota Ambon mengembangan Kota Layak Anak. Tahun 2019 Kota Ambon baru memperoleh Penghargaan Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Skor nilai 523 dari skor penilaian 500-599. Untuk mencapai skor nilai ditas 600 maka diperlukan keterlibatan berbagai pihak sehingga kendala dan hambatan yang ada dapat teratasi. Pemeran utama dalam terwujudnya Kota Layak Anak di Kota Ambon adalah Pemerintah. Luaran penelitian ini dipublikasikan pada chanel youtube UKIM TV dan Jurnal Badati

Cite

CITATION STYLE

APA

UTAMA, M. D. (2020). PERAN PEMERINTAH MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA AMBON TAHUN 2019. BADATI, 2(1), 69–84. https://doi.org/10.38012/jb.v2i1.408

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free