The Living Qur’an : Tradisi Yasinan pada Acara Ahlen

  • Laili N
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman kepada masyarakat luas tentang tradisi Yasinan. Tradisi ini merupakan tradisi lama yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia utamanya kaum Nahdliyin. Adapun hal yang menarik dari kajian ini adalah Tradisi Yasinan yang dilakukan pada acara ahlen di Kecamatan Kalijambe Sragen dengan tujuan  menjadi motivasi untuk lebih peka terhadap fenomena keberagaman yang ada di sekitar, serta dapat mendorong masyarakat agar semakin tertarik terhadap al-Qur’an. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan sumbangan khazanah keilmuan dan pemikiran keislaman, khusunya dalam bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir serta studi Living Qur’an. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan  Alfred Schutz yaitu dengan motif sebab (because of motive) dan motif tujuan (in order to motive). Because of motive  masyarakat kalijambe Sragen melakukan tradisi tersebut adalah selain motif mendoakan arwah leluhur juga bertujuan untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan trah yang diwujudkan dengan saling mengenal warga trah tersebut melalui acara ahlen. Selain itu motif in order to tradisi tersebut adalah wujudnya sikap kegotong royongan, solidaritas sosial, tolong menolong, rasa simpati dan empati juga merupakan sisi lain dari adanya tradisi Yasinan pada acara ahlen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Laili, N. F. A. (2021). The Living Qur’an : Tradisi Yasinan pada Acara Ahlen. Jurnal Studi Islam Dan Kemuhammadiyahan (JASIKA), 1(2). https://doi.org/10.18196/jasika.v1i2.11

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free