Abstract
Bertanya merupakan salah satu stimulus yang sering diberikan guru di dalam pembelajaran. Pertanyaan yang diajukan guru sangat berpengaruh terhadap level pemikiran siswa. Namun, guru memiliki referensi cara tersendiri untuk dapat menyerap informasi dari masalah numerasi sebelum mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menyelidiki pengaruh gaya belajar guru terhadap cara guru dalam menyerap dan mengolah informasi yang bersumber dari masalah numerasi sebelum mengajukan thought- provoking questions. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang dikategorikan ex post facto dengan desain kausal komparatif. Subjek penelitian berjumlah 72 orang dari berbagai sekolah di beberapa daerah. Hasil dari uji normalitas membuktikan bahwa data yang ada mempunyai distribusi normal dengan nilai signifikansi 0.246 > 0.05, sedangkan uji linearitas memperoleh nilai signifikansinya sebesar 0.467 > 0.05, terdapat hubungan antara gaya belajar dengan cara guru mengajukan thought-provoking questions. Selain itu, uji t menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 4.290 > 1.665 dengan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Dengan demikian, riset ini menemukan bahwa ada pengaruh antara gaya belajar dengan cara guru mengajukan thought-provoking question. Gaya belajar berkontribusi pada cara guru mengajukan thought- provoking question melalui proses menyerap dan mengolah informasi sebesar 69.2%.
Cite
CITATION STYLE
Putri, A., As’ari, A. R., Purwanto, P., & Osman, S. (2022). GAYA BELAJAR GURU BERPERAN DALAM MENGAJUKAN THOUGHT-PROVOKING QUESTIONS. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(4), 3705. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.5983
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.