Pengaruh Metode Pengeringan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Terhadap Aktivitas Antioksidan

  • Pertiwi A
N/ACitations
Citations of this article
112Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Daun kelor adalah salah satu tumbuhan yang sudah dimanfaatkan masyarakat dalam pengobatan tradisional. Tumbuhan kelor banyak mengandung berbagai molekul penghambat radikal bebas, seperti aktivitas antioksidan. Pembuatan simplisia daun kelor dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven pada suhu 400C dan sinar matahari langsung. Simplisia yang terbentuk dimaserasi dalam pelarut etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak menggunakan metode DPPH dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516,50 nm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa daun kelor yang dikeringkan dengan oven pada suhu 40°C memiliki aktivitas antioksidan nilai IC50 67,75 ppm dengan kategori antioksidan kuat dan ikeringkan di bawah sinar matahari memiliki nilai IC50 122,34 ppm dengan kategori antioksidan sedang. Dari penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor dengan metode pengeringan oven lebih tinggi dari metode pengeringan sinar matahari langsung.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pertiwi, A. P. (2023). Pengaruh Metode Pengeringan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Terhadap Aktivitas Antioksidan. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 5(2), 57–69. https://doi.org/10.36656/jpfh.v5i2.1122

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free