Abstract
Kajian ini akan membahas dan mendalami tentang transformasi modal sosial ke modalekonomi yang terbentuk di Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, KabupatenGunungkidul. Rasulan adalah bentuk dari modal sosial Masyarakat KalurahanKemiri yang sudah terbentuk sejak nenek moyang dan selalu dijaga eksistensi dankelestariannya. Bentuk modal sosial yang di awali dengan acara Rasulan merupakanmodal utama masyarakat Kalurahan Kemiri dalam menjaga kebiasaan gotong-royong.Coleman menanamkan konsep modal sosialnya dalam konteks teori pilihan rasional.Saling ketergantungan sosial muncul di antara para aktor, karena mereka tertarik padaperistiwa dan sumber daya yang dikendalikan oleh aktor lain untuk memaksimalkanutilitas mereka dengan memilih solusi terbaik bagi mereka secara rasional. Selanjutnyamaksimal utilitas yang terdapat pada warga Masyarakat Kemiri salah satunya adalahpengelolaan Telaga Sogo untuk kesenian Jathilan dan persewaan gedung di setiappadukuhan. Dengan adanya maksimum utilitas seperti yang disebutkan sebelumnya,maka dapat dipahami bahwasannya ada sebuah transformasi yang awalnya hadir ataspenyelenggaraan acara Rasulan sebagai model sosial menjadi modal ekonomi yangdapat dimanfaatkan oleh masyarakat kalurahan Kemiri.
Cite
CITATION STYLE
Mohamad Firdaus. (2021). Transformasi Modal Sosial ke Modal Ekonomi dalam Acara Rasulan di Kalurahan Kemiri Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Masyarakat Dan Desa, 1(2), 124–144. https://doi.org/10.47431/jmd.v1i2.159
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.