Kontribusi Teknologi, Modal, dan Keterampilan Petani Terhadap Produktivitas Bawang Merah

  • Fajar A
  • Indriani I
  • Ayyub Ht A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kinerja usahatani yang belum optimal mendorong pentingnya telaah terhadap kontribusi adopsi teknologi, permodalan, dan kompetensi petani dalam meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana adopsi teknologi, ketersediaan modal, serta tingkat keterampilan petani memengaruhi produktivitas usahatani bawang merah di wilayah Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang. Studi ini dilaksanakan pada Februari 2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei sebagai teknik pengumpulan data utama. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 60 petani yang dipilih secara acak sebagai responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, dengan terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel adopsi teknologi, permodalan, dan tingkat keterampilan petani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas usahatani bawang merah. Secara parsial, adopsi teknologi memberikan pengaruh positif dan signifikan, sedangkan modal dan keterampilan menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Koefisien determinasi sebesar 37,8% menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan variasi produktivitas secara moderat. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas faktor produksi sangat bergantung pada implementasi dan pengelolaan di tingkat usahatani. Oleh karena itu, kebijakan pertanian yang mendukung peningkatan akses terhadap teknologi, efisiensi pemanfaatan modal, serta peningkatan keterampilan teknis petani menjadi krusial untuk mendorong produktivitas pertanian.Suboptimal agricultural performance highlights the need to investigate the roles of technology adoption, capital accessibility, and farmers’ skills in improving farm productivity. This study aimed to assess the extent to which these three variables influence the productivity of shallot farms in Bungin Subdistrict, Enrekang Regency. Conducted in February 2025, this research employed a quantitative approach using survey methods for data collection. Structured questionnaires were administered to 60 randomly selected farmers. The data were analyzed using multiple linear regression preceded by classical assumption testing to ensure the model’s validity. The results demonstrate that technology adoption, capital, and farmer skills have a statistically significant simultaneous effect on productivity. Partially, technology adoption shows a positive and significant influence, whereas capital and farmer skills exhibit a significant negative effect. The coefficient of determination (R²) of 0.378 suggests that these variables moderately explain the variations in productivity. These findings underscore the importance of effective implementation and management of production factors at the farm level. Thus, agricultural policy interventions that support technological accessibility, efficient capital allocation, and capacity building among farmers are essential for enhancing sustainable agricultural productivity

Cite

CITATION STYLE

APA

Fajar, A., Indriani, I., Ayyub Ht, A. Muh., & Said, S. ashari. (2025). Kontribusi Teknologi, Modal, dan Keterampilan Petani Terhadap Produktivitas Bawang Merah. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 21(1), 49–62. https://doi.org/10.20956/jsep.v21i1.44979

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free