Abstract
Zero-dose merupakan istilah yang digunakan untuk anak yang belum pernah menerima satu pun dosis vaksin DPT-HB-Hib (DPT1) sebagai indikator bahwa anak tersebut belum memulai seri imunisasi dasar (WHO, 2023). Kondisi ini menggambarkan adanya kesenjangan dalam pelaksanaan program imunisasi dasar, terutama di wilayah perkotaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program imunisasi dasar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi masih ditemukannya zero-dose di Kota Medan. Desain artikel ini menggunakan pendekatan mixed method dengan menggabungkan analisis spasial dan wawancara mendalam. Data kuantitatif berupa jumlah zero-dose per kecamatan tahun 2024 diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan dan dianalisis menggunakan aplikasi QGIS serta GeoDa melalui uji Moran’s I menunjukkan nilai 0,0087 (p=0,289) yang mengindikasikan pola acak. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan pemegang program imunisasi untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pelaksanaan program. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan imunisasi dasar di Kota Medan telah berjalan dengan baik, namun belum merata di seluruh wilayah. Faktor sosial, budaya, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan ditemukan sebagai determinan utama. Diperlukan peningkatan edukasi masyarakat dan penguatan koordinasi antar fasilitas kesehatan agar cakupan imunisasi dasar lebih merata.
Cite
CITATION STYLE
Susilawati, S., Saragih, T. R., Putri, Y. W., Khairani, R. M., Istiqomah, I., Fauziah, N., & Auia, D. R. (2025). Analisis Spasial dan Faktor Penyebab Imunisasi Zero-Dose Pada Anak Di Kota Medan Tahun 2024. JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa, 4(4), 1953–1962. https://doi.org/10.57218/jkj.vol4.iss4.2046
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.