Abstract
Negara Indonesia kerap terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Hal ini diakibatkan karena secara geologis Indonesia berada di jalur pertemuan empat lempeng tektonik. Sehingga bangunan harus dirancang dapat meminimalisir kegagalan kostruksi. Mengacu pada SNI 2847:2019 salah satu metode perencanaan konstruksi gedung beton bertulang yang tahan gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus. Bangunan beton bertulang SRPMK dapat diaplikasikan pada pembangunan gedung bertingkat tinggi seperti hotel Nawasena di Singkawang, Kalimantan Barat dengan ketinggian 14 lantai. Berdasarkan hasil Cone Penetration Test (CPT) tanah di lokasi pembangunan termasuk kategori SD. Serta berdasarkan kategori respon struktur, hotel termasuk kategori resiko II. Perencanaan struktul hotel Nawasena mengggunakan analisa gempa berdasarkan respon spektrum yang mengacu kepada SNI 1726:2019. Hasil analisa yang didapatkan pelat lantai 140 mm dan atap 125 mm. Balok yang digunakan balok utama 800/600 mm dan 550/450 mm , balok anak 400/300 mm serta sloof 600/400 mm. Kolom menggunakan 1200/1000 mm dan 650/800 mm. Serta menggunakan pondasi rakit-pile dengan ukuran 25 m x 41 m (Bangunan A), 19,45 m x 41 m (Bangunan B) dan 35,43 m x 41 m (Bangunan C). Pada bangunan A terjadi simpang antar tingkat sangat besar yaitu 55,396 mm (Arah x) dan 52,470 mm (Arah y) sehingga diperlukan dinding geser.
Cite
CITATION STYLE
Magfiroh, J., Nevilia, R., Rasiwan, R., & Ariansyah, R. (2025). Perencanaan Struktur dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus pada Hotel Nawasena di Singkawang. Journal of Research and Inovation in Civil Engineering as Applied Science (RIGID), 4(2), 56–64. https://doi.org/10.58466/rigid.v4i2.1755
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.