Tradisi Ngabungbang Pada Masyarakat Sunda : Studi Living Hadis Pada Tradisi Ngabungbang di Kampung Pendeui Ciomas Serang

  • Ikhsan K
  • Firmansyah D
  • Alif M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jurnal ini ditulis berawal dari ketertarikan penulis untuk melihat begitu banyak masyarakat dari berbagai daerah Sunda, Jawa Barat dan Banten, yang datang ke Desa Pendeui, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas Serang - Banten untuk mengikuti kegiatan dalam tradisi ngabungbang, khususnya pembacaan tawashul, sholawat fatih, jauharatul kamal syekh At-tijani, kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun di bulan ke-12 Mawlid, kegiatan ini biasanya diisi oleh jemaah haji yang ingin mengikuti ngabungbang dan haji ke makam pendiri Pondok Pesantren Tamamut Tijaniyah yaitu Kh.Tamimi dan H.Surya serta pembawa tradisi bungbang dari daerah  di Jawa Barat pada tahun 1984 dan disiarkan ke jamaah Pondok Pesantren Tamamut Tijaniyah pada awalnya, sebelum disiarkan ke masyarakat Peundei pada tahun 2019. Artikel ini akan fokus pada makna dan apa yang akan dilakukan dalam tradisi bungbang, pada artikel ini kami akan menjelaskan hasil pengamatan daerah yang telah kami lakukan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ikhsan, K., Firmansyah, D., Alif, M., & Muhsin, M. (2025). Tradisi Ngabungbang Pada Masyarakat Sunda : Studi Living Hadis Pada Tradisi Ngabungbang di Kampung Pendeui Ciomas Serang. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 904–912. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.174

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free