Abstract
Indonesia mengalami defisit minyak bumi yang mengharuskan Indonesia untuk mengimpor minyak bumi dari negara lain. Pemerintah merespon hal tersebut dengan menerbitkan kebijakan untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan biodiesel, terutama dari kelapa sawit. Biodiesel kelapa sawit diidentifikasi sebagai komponen penting dalam mencapai target bauran energi terbarukan yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan biodiesel kelapa sawit. Hasil analisis faktor internal dan eksternal menunjukkan bahwa biodiesel kelapa sawit memiliki kekuatan untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit. Namun, terdapat kelemahan terkait penyimpanan pasokan bahan bakar yang belum merata. Peluang terbesar adalah pasar yang menjanjikan karena permintaan bahan bakar selalu timggi, tetapi ancaman datang dari produksi minyak sawit yang lebih diutamakan untuk ekspor. Melalui analisis SWOT, dihasilkan enam strategi yaitu memastikan keberlanjutan produksi biodiesel, meningkatkan kualitas sarana operasional, melakukan diversifikasi bahan baku biodiesel, mengoordinaskan kebijakan ekspor CPO, menetapkan harga yang stabil dan melakukan kampanye edukatif intensif kepada masyarakat. Melalui analisis SMART Goals, strategi tersebut digambarkan secara spesifik, terukur, realistis, relevan dan tepat waktu sehingga strategi yang dihasilkan oleh analisis SWOT dapat lebih mudah untuk tercapai. Penelitian ini berfokus pada strategi dan langkah konkret yang dapat diterapkan un
Cite
CITATION STYLE
Salsabila, N., Ernah, E., Trimo, L., & Suminartika, E. (2024). Pengembangan Biodiesel Kelapa Sawit Indonesia dalam Mencapai Target Bauran Energi Baru Terbarukan Tahun 2025. Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 10(2), 1709. https://doi.org/10.25157/ma.v10i2.13453
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.