DIALEKTIKA RASULULLAH TERHADAP AL-QUR`AN

  • Wahidin A
N/ACitations
Citations of this article
50Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad untuk seluruh manusia merupakan anugerah terindah dan salah satu manifestasi kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya. Manusia bukan hanya diperintahkan untuk membacanya, tetapi juga diperintahkan untuk memahaminya. Seseorang dapat memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar, salah satunya dengan merujuk kepada sumber tafsir yang otoritatif. Sumber tafsir terbaik yang paling otoritattif setelah Al-Qur’an adalah al-Sunnah. Yaitu menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan hadits-hadits Nabi Muhammad. Hal ini disebabkan Nabi memiliki kedudukan paling tinggi sebagai penyampai risalah Allah dan penafsir ayat-ayat- Nya

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahidin, A. (2018). DIALEKTIKA RASULULLAH TERHADAP AL-QUR`AN. Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 3(02), 185. https://doi.org/10.30868/at.v3i02.316

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free