Abstract
Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad untuk seluruh manusia merupakan anugerah terindah dan salah satu manifestasi kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya. Manusia bukan hanya diperintahkan untuk membacanya, tetapi juga diperintahkan untuk memahaminya. Seseorang dapat memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar, salah satunya dengan merujuk kepada sumber tafsir yang otoritatif. Sumber tafsir terbaik yang paling otoritattif setelah Al-Qur’an adalah al-Sunnah. Yaitu menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan hadits-hadits Nabi Muhammad. Hal ini disebabkan Nabi memiliki kedudukan paling tinggi sebagai penyampai risalah Allah dan penafsir ayat-ayat- Nya
Cite
CITATION STYLE
Wahidin, A. (2018). DIALEKTIKA RASULULLAH TERHADAP AL-QUR`AN. Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 3(02), 185. https://doi.org/10.30868/at.v3i02.316
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.