Abstract
Pasca operasi pasien mengalami nyeri nosisepsi akibat insisi luka. Nyeri yang tidak terkontrol berdampak pada penurunan partisipasi pasien dalam perawatan, ketidakpuasan pasien dan bertambahnya lama rawat. Salah satu upaya untuk menurunkan nyeri tersebut secara non-farmakologi adalah dengan teknik relaksasi dan imajinasi terbimbing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi napas dan imajinasi terbimbing terhadap penurunan nyeri pada pasien pasca operasi. Penelitian ini menggunakan desain time series eksperimen dan consecutive sampling. Jumlah sampel 90 orang terdiri dari 30 responden kelompok kontrol, 30 responden intervensi teknik relaksasi napas dan 30 responden intervensi imajinasi terbimbing. Analisis data menggunakan uji Fiedman dan uji Post Hoc Wilcoxon. Hasil uji Fiedman (p value = 0,0001) menunjukkan perbedaan penurunan nyeri antara kelompok kontrol dengan kelompok teknik relaksasi napas dan imajinasi terbimbing pada hari ke 1, ke 2 dan ke 3 (p<0,05). Sedangkan hasil uji wilcoxon (p value = 0,302) menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada penurunan intensitas nyeri antara kelompok intervensi relaksasi napas dan kelompok imajinasi terbimbing (p> 0,05). Teknik relaksasi napas dan imajinasi terbimbing yang dipadukan dengan kolaborasi teknik farmakologi dapat diterapkan sebagai upaya penatalaksanaan keperawatan dalam penurunan nyeri pada pasien pasca operasi.
Cite
CITATION STYLE
Rustiawati, E., Binteriawati, Y., & Aminah, A. (2022). Efektifitas Teknik Relaksasi Napas dan Imajinasi Terbimbing terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi di Ruang Bedah. Faletehan Health Journal, 9(3), 262–269. https://doi.org/10.33746/fhj.v10i03.463
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.