Hubungan Dukungan Keluarga dan Stres dengan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Mapilli

  • Sastrariah
  • Dina Mariana
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Latar Belakang : Pemberian Air susu ibu (ASI) oleh ibu menyusui memerlukan dukungan dari orang terdekat, seperti anggota keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja. Ibu yang banyak gagal memberikan ASI Eksklusif adalah ibu yang tidak mendapatkan dukungan yang kurang dari orang- orang terdekatnya. Tujuan :Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan stres dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Mapilli tahun 2021. Metode:metode penelitian adalah Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observational analytic dengan rancangan kasus kontrol (case control study). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang melahirkan di Puskesmas Mapilli dari bulan Mei sd Juni 2021. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposif sampling, sebanyak 58 ibu nifas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil :terdapat hubungan variabel dukungan suami dan stres mempunyai hubungan yang cukup kuat dan kuat terhadap kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan koefisien Contingency 0,562 (dalam interval 0.40-0.599) dan 0,603 (dalam interval 0.60-0.799). Kesimpulan :Adanya hubungan dukungan keluarga dan stres dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada setiap ibu hamil dalam mempersiapkan diri memberikan ASI Eksklusif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sastrariah, & Dina Mariana. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga dan Stres dengan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Mapilli. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Kesehatan, 3(2), 63–68. https://doi.org/10.56467/jptk.v3i2.16

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free