Abstract
Air bersih dapur di PT. XYZ digunakan untuk kegiatan mencuci beras dan juga mencuci seluruh peralatan memasak. Air bersih dapur tersebut terindikasi mengandung bakteri Escherichia coli sebanyak 71 APM/100 ml dan melebihi standar baku mutu yang berlaku. Untuk itu, diperlukan pengolahan air bersih lanjutan dengan cara disinfeksi, disinfeksi yang digunakan adalah sinar Ultra Violet-C dengan panjang gelombang 254 nm karena bersifat germicidal bagi bakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui dan menganalisis lama penyinaran sinar Ultra Violet-C yang paling efektif dalam mereduksi bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pretest Posttest without Control menggunakan sampel air bersih dapur dengan 2 variasi lama penyinaran yaitu 55 detik dan 85 detik. Pengujian statistik dengan uji Mann Whitney menghasilkan P-value 0,146 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna lama penyinaran sinar Ultra Violet-C 55 detik dan 85 detik terhadap reduksi jumlah bakteri Escherichia coli. Rata-rata persentase penurunan bakteri Escherichia coli pada lama penyinaran 55 detik yaitu sebesar 99,85%, sedangkan pada lama penyinaran 85 detik yaitu sebesar 100%. Lama penyinaran sinar UV-C yang paling efektif dalam mereduksi bakteri Escherichia coli pada air bersih dapur PT. XYZ yaitu lama penyinaran 85 detik.
Cite
CITATION STYLE
Sari, D. I., Septiati, Y. A., & Setyoko, S. (2021). PERBEDAAN LAMA PENYINARAN UV-C TERHADAP REDUKSI JUMLAH ESCHERICHIA COLI PADA AIR BERSIH DAPUR PT. XYZ. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 2(2), 537–542. https://doi.org/10.34011/jks.v2i2.719
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.