ACHMAD NOE'MAN: ARSITEK MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARTEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA

  • Rahmawati U
  • Husmiati R
  • Martha N
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah populasi umat Muslim terbanyak di dunia, maka tentu saja akan  dapat dengan ditemukan bangunan peribadahan, yaitu sebuah masjid. Dalam perkembangannya, arsitektur masjid yang awalnya berbentuk sederhana semakin bertransformasi, dari bentuk tradisional ke bentuk modern. Achmad Noe’man, seorang maestro dalam bidang arsitektur, terutama  arsitektur masjid. Lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1958, Achmad Noe’man memulai karir besarnya dari Masjid Salman ITB yang berhasil dirancang pada tahun 1964, kemudian selesai dan berhasil diresmikan pada tahun 1972. Ayahnya, H.M. Djamhari, merupakan pendiri Muhamadiyah di Garut. Lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga Muhammadiyah membuatnya menjadi seorang muslim moderat. Pemikirannya tehadap arsitektur masjid dituangkan dalam mahakaryanya, Masjid Salman ITB. Tidak hanya menjadi tonggak dari arsitektur masjid kontemporer, Masjid Salman juga menjadi titik awal karir arsiteknya hingga dijuluki sebagai “Arsitek Seribu Masjid”.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmawati, U. E., Husmiati, R., & Martha, N. (2022). ACHMAD NOE’MAN: ARSITEK MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARTEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA. Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 7(1), 50. https://doi.org/10.29300/ttjksi.v7i1.4930

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free