Abstract
Dikalangan masyarakat Malang dan sekitarnya, sosok Ken Dedes (baca: Dedes) sebagai seorang putri Jawa kuno yang dipandang sangat cantik jelita sudah bukan barang baru lagi. Anggapan ini mencuat dipermukaan pada dekade awal abad 19, ketika orang Belanda menemukan reruntuhan di komplek percandian Singosari. Salah satu temuan dari reruntuhan itu adalah sebuah area batu yang sangat indah yang ditemukan di candi Wayang atau candi E (menurut laporan-laporan Belanda), sebuah area dari pantheon agama Budha Mahayana yaitu Dewi Prajnaparamita. Ketika area tersebut untuk sementara berada di tempat residen di Malang, Monnerau, Residen Malang waktu itu menghubungkan area Dewi Prajnaparamita tersebut dengan cerita penduduk tentang Ken Dedes. Dari sinilah dugaan awal timbulnya anggapan bahwa arca Dewi Prajnaparamita adalah portret dari Ken Dedes.
Cite
CITATION STYLE
Suwardono, Nfn. (2007). Identifikasi Ken Dedes Dalam Arca Perwujudan Sebagai Dewi Prajnaparamita : Tinjauan Filsafat Religi dan Ikonografi. Berkala Arkeologi, 27(1), 98–117. https://doi.org/10.30883/jba.v27i1.945
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.