Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Psychological well-being ataukesejahteraan psikologis pada pasangan yang ta’aruf. Penelitian ini menggunkan metodefenomologi dengan tekinik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi.Sumber data informan penelitian ini terdiri dari lima orang subjek penelitian dan lima oranginforman penelitian. Subjek penelitian merupakan wanita yang menikah dengan proses ta’aruf.Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan subjekyang menikah dengan proses ta’aruf bahagia dengan kehidupan pernikahanna, subjek merasa aman,nyaman dan sejahtera psikologisnya dalam menjalani kehidupan pernikahan. Kelima subjek bahagiadalam menjalani kehidupan pernikahannya karena subjek menikah dengan niat ibadah. Pasanganpernikahan hasil ta’aruf mempunyai perilaku bahwa pernikahan adalah sarana untuk meningkatkanketaatan kepada Tuhan, artinya interaksi yang dibangun bukan hanya atas dasar melaksanakan hakdan kewajiban kepada pasangan namun itu juga bentuk ketaatan kepada Tuhan, bukan hanyasekedar bersatu dan diikat oleh kata pernikahan saja, namun ada tuntutan hak, kewajiban dantanggung jawab yang harus diemban, tidak hanya dipertanggung jawabkan ke suami atau istri tetapijuga kepada Tuhan.Kata Kunci: Psychological well-being, ta’aruf This study aims to determine how the psychological well-being or psychological wellbeingof ta'aruf couples. This study uses a phenomology method with data collection techniquesusing interviews and observations. The data sources of this research informant consisted of fiveresearch subjects and five research informants. The research subjects are women who are marriedwith the ta'aruf process. Subject selection using purposive sampling technique. The results showedthat subjects who were married with the ta'aruf process were happy with their married life, thesubject felt safe, comfortable and psychologically prosperous in living their married life. The fivesubjects are happy in living their married life because the subject is married with the intention ofworship. Ta'aruf marriage couples have the behavior that marriage is a means to increase obedienceto God, not an interaction that is built on the basis of carrying out rights and obligations to a partnerbut also a form of obedience to God, not just gathering by the word marriage, but there aredemands, obligations and responsibilities that must be carried out, are not only accountable to thehusband or wife but also to God.Keywords: Psychological well-being, ta’aruf
Cite
CITATION STYLE
Lusi Anggraini Siagian. (2022). PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA WANITA YANG MENIKAH DENGAN PROSES TA’ARUF. Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 2(2), 55–63. https://doi.org/10.36805/empowerment.v2i2.356
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.