Abstract
Dysmenorrhea is a menstrual disease that causes physical discomfort and can interfere with daily activities. Dysmenorrhea often attacks adolescent girls in their productive age. The incidence of dysmenorrhea in the world is more than 50% of women experiencing dysmenorrhea, while in Indonesia it reaches 55% of adolescents experiencing dysmenorrhea. The results of the preliminary study showed that from 20 female students there were 11 (55%) who experienced dysmenorrhea and 9 people (45%) did not experience dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the factors associated with dysmenorrhea. Methods: This research is a descriptive analytic study with a cross sectional design. The population of this study was all 106 young women of class X SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling with a sample size of 84 people. Data analysis using Chi-square test. Results: Teenage girls who experienced primary dysmenorrhea at SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul were 77.4%. There was a relationship between a family history of dysmenorrhea and the incidence of dysmenorrhea (p value = 0.000). There is no relationship between menarche at an early age, amount of menstrual blood, duration of menstruation, and nutritional status with the incidence of dysmenorrhea. Conclusion: The factor that influences the incidence of dysmenorrhea in class X adolescent girls at SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul is a family history of menstrual pain.Dysmenorrhea adalah penyakit menstruasi yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dysmenorrhea sering menyerang remaja putri diusia produktif. Angka kejadian Dysmenorrhea di dunia lebih dari 50% perempuan mengalami Dysmenorrhea, sedangkan di Indonesia mencapai 55% remaja mengalami Dysmenorrhea. Hasil studi pendahuluan diketahui dari 20 siswi terdapat 11 orang (55%) yang mengalami dysmenorrhea dan 9 orang (45%) tidak mengalami dysmenorrhe. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Dysmenorrhea. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul sebanyak 106 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 84 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil : Remaja putri yang mengalami dysmenorrhea Primer di SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul sebesar 77,4%. Ada hubungan antara riwayat dysmenorrhea pada keluarga dengan kejadian dysmenorrhea (p value=0,000). Tidak ada hubungan antara Menarche di usia dini, Banyaknya darah menstruasi, Lama menstruasi, dan Status gizi dengan kejadian dysmenorrhea. esimpulan: Faktor yang mempengaruhi kejadian dysmenorrhea pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul adalah riwayat nyeri menstruasi keluarga
Cite
CITATION STYLE
Leni, M. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Dysmenorrhea Primer Pada Remaja Putri. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 5(2), 86–94. https://doi.org/10.33862/citradelima.v5i2.267
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.