Formulasi Bubur Ready To Eat Berbasis Kacang Hijau (Vigna radiata) dan Beras Hitam (Oryza sativa L.) sebagai Pangan Darurat

  • Shabrina Itsnaini Oktafira
  • Setiawan B
N/ACitations
Citations of this article
68Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyediaan pangan darurat sangat penting, terutama bagi lokasi rawan bencana. Pangan darurat dapat dibuat bersumber dari pangan lokal seperti kacang hijau dan beras hitam. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi terbaik bubur ready to eat dari kacang hijau dan beras hitam yang berpotensi sebagai pangan darurat. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2021. Formulasi perlakuan terdiri atas tiga formula dengan perbandingan kacang hijau dan beras hitam secara berurutan yaitu F1 (60:40), F2 (70:30), dan F3 (80:20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terpilih adalah F1 dengan perbandingan kacang hijau dan beras hitam yaitu 60:40. Hasil analisis kandungan gizi per sajian (300 g) mengandung energi sebesar 535 kkal, protein 20,6 g, lemak 9,2 g, karbohidrat 92,6 g, dan serat pangan 21,8 g. Kandungan gizi bubur F1 memenuhi 24,9% energi untuk Acuan Label Gizi (ALG) konsumen umum dan memiliki klaim tinggi serat. Pendugaan umur simpan bubur pada suhu ruang (25°C) adalah 21 hari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Shabrina Itsnaini Oktafira, & Setiawan, B. (2022). Formulasi Bubur Ready To Eat Berbasis Kacang Hijau (Vigna radiata) dan Beras Hitam (Oryza sativa L.) sebagai Pangan Darurat. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 1(2), 110–118. https://doi.org/10.25182/jigd.2022.1.2.110-118

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free