Abstract
Dengan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di daerah perkotaan, maka teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi alternatif eco drainage yang dapat diterapkan untuk menanggulangi banjir, membantu mengurangi kekeringan serta mengurangi beban sampah kota. Selain menggunakan sampah organik sebagai media pengisi Lubang Resapan Biopori (LRB) juga digunakan bahan bioaktivator dan fases hewan sebagai bahan campuran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sampah organik, bioaktivator dan fases hewan terhadap infiltrasi pada Lubang Resapan Biopori (LRB) serta untuk mengetahui permeabilitas yang terjadi di sekitar LRB pada minggu ke-4. Dari hasil data pengujian, analisa data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sampah organik, bioaktivator dan fases hewan berpengaruh pada peningkatan infiltrasi. Rata-rata peningkatan infiltrasi pada LRB1 (sampah organik) sebesar 6,831cm/detik, LRB2 (sampah organik+fases hewan) sebesar 6,888 cm/detik, LRB3 (sampah organik+bioaktivator) sebesar 7,175 cm/detik. Sampah organik, fases hewan dan bioaktivator juga secara langsung mampu mempengaruhi permeabilitas tanah di sekeliling LRB walaupun tidak terlalu signifikan. Nilai tertinggi permeabilitas terjadi pada blanko-blanko yang terletak dekat dengan LRB, yaitu blanko 1A, 2A dan 3A dengan nilai 0,017681 cm/detik; 0,017582 cm/detik; 0,017979 cm/detik.
Cite
CITATION STYLE
Wahyuni, Y. S., Ilmawan Dzinnur, C. T., & Wibawa, S. A. (2020). Pengaruh Penambahan Sampah Organik, Bioaktivator dan Fases Hewan Pada Lubang Resapan Biopori (LRB) Terhadap Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah. MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil, 2(2), 42. https://doi.org/10.32585/modulus.v2i2.1472
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.