Abstract
Timbulan sampah dikota Makassar sebesar 64 juta ton per tahun. Kandungan sampah di Indonesia dipenuhi oleh sampah organik, yaitu mencapai 60% dari total sampah dan untuk kota Makassar sendiri didominasi oleh sampah organik rumah tangga yang mencapai 900 ton per hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai takaran lumpur Grey Water terhadap waktu kematangan dan kualitas fisik kompos (pH, bau, tekstur, suhu, kelembapan, dan warna) pada penguraian sampah organik. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat dua belas percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan 150 gr lumpur Grey Water berpengaruh pada dekomposisi sampah organik selama 28 hari, untuk takaran 200 gr lumpur Grey Water berpengaruh pada dekomposisi sampah organik selama 25 hari, dan takaran 250 gr lumpur Grey Water berpengaruh pada dekomposisi sampah organik selama 22 hari dan hasil uji statistik Kruskal Wallis yaitu 0,012< 0,05. Dan telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Kesimpulan penelitian ini kompos dengan penambahan berbagai takaran lumpur Grey Water berpengaruh terhadap waktu kematangan kompos, pH, suhu, kelembapan dan kualitas fisik kompos. Saran kepada peneliti selanjutnya agar dapat memeriksa kualitas pada lumpur selokan baik secara kimia dan bakteriologisnya. Kata kunci : Grey Water, Suhu, pH, Kelembapan.
Cite
CITATION STYLE
Muntu, R., & Zakwan. (2023). Pengaruh Berbagai Takaran Lumpur Selokan Grey Water Pada Penguraian Sampah Organik. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 23(2), 199–206. https://doi.org/10.32382/sulo.v23i2.63
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.