BUDAYA POLITIK KERAJAAN LAIWOI

  • Bahtiar B
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan budaya politik di Kerajaan Laiwoi di Sulawesi Tenggara.Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik, kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi.Hasil kajian menunjukkan bahwa Kerajaan Laiwoi pada awal pembentukannya sarat politik karena sistem politik Belanda yang ingin mengadu domba para bangsawan yang ada di Kerajaan Konawe dan beberapa kerajaan lainnya di Sulawesi Tenggara.Dengan siasat politiknya, Belanda memanfaatkan salah seorang bangsawan bernama La Mangu untuk ditawarkan menjadi raja, maka dibentuklah Laiwoi sebagai sebuah kerajaan.Kerajaan Laiwoi ini pada awal pembentukannya hanya di atas kertas dan sebagai kerajaan pinjaman.Kerajaan ini dibentuk secara sembunyi-sembunyi antara pemerintah Belanda dan La Mangu.Beberapa kerajaan yang ada di Sulawesi Tenggara tidak mengetahui Kerajaan Laiwoi.Setelah beberapa kali berganti raja, akhirnya Kerajaan Laiwoi mulai secara terbuka menunjukkan eksistensinya dan mulai dikenal oleh beberapa kerajaan lainnya.Menariknya, Kerajaan Laiwoi menjadi cikal bakal terbentuknya daerah Tingkat II Kendari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bahtiar, B. (2017). BUDAYA POLITIK KERAJAAN LAIWOI. Walasuji : Jurnal Sejarah Dan Budaya, 8(2), 323–336. https://doi.org/10.36869/wjsb.v8i2.124

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free