Isolasi dan Identifikasi Minyak Atsiri dari Biji Tanaman Kapulaga (AmomumcaedamomumWilld)

  • Tambunan L
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Minyak atsiri disebut juga minyak eterisatau minyak yang mudah menguap banyak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, memilikisifatmudahmenguap, berbau khas sesuai dengan bau tanaman penghasilnya, getir, memabukkan, larut dalam larutan organic namun tidat larut dalam air. Minyak atsiri dihasilkandari bagian jaringan tanaman tertentu seperti akar, batang, kulit, daun, bunga, buah, ataubiji.Tanaman kapulaga (AmomumCardamomum) telah lama diusahakan dibeberapa daerah Indonesia. Kapulaga selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan.Biji kapulaga yang diambil dari tumbuhan sebelum buah masak benar dapat dimanfaatkan sebagai obat. Biji kapulaga mengandung terpineol, terpineolasetat, sineol, borneol, dankamfer yang berkhasiat mengencerkan dahak, memudahkan pengeluaran air dari perut, menghangatkan, membersihkandarah, menghilangkan rasa sakir, mengharumkan, stimulandanpemberi aroma.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan yang terkandung dalam minyak atsiri Biji Kapulaga dengan cara mengisolasi biji Kapulaga dengan menggunakan destilasi uap dan air. Rendemen minyakatsiri yang diperolehsebesar 0,76 % dan kemudian di identifikasi dengan menggunakan Spektroskopi IRdan GC-MS sehingga diperoleh senyawa alpha pinen, sabinen, beta pinen, sineol, 3-sikloheksen-1-metanol, 12-kloro-bisiklo, 9-oktadekenal, 9,12-asam oktadekadienoat, metil ester dari asam risinoleat, 4H-siklopentasiklookten-4-on.Kata kunci : kapulaga, amomumcardamomum, sineol

Cite

CITATION STYLE

APA

Tambunan, L. R. (2017). Isolasi dan Identifikasi Minyak Atsiri dari Biji Tanaman Kapulaga (AmomumcaedamomumWilld). Jurnal Kimia Riset, 2(1), 57. https://doi.org/10.20473/jkr.v2i1.4023

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free