Pengaruh Gelombang pada Profil Kemiringan Pantai Pasir Buatan (Uji Model Fisik dan Studi Kasus Penanggulangan Erosi serta Pendukung Konservasi Lingkungan Daerah Pantai)

  • Setyandito O
  • Nizam N
  • Yuwono N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Masalah utama di daerah pantai adalah erosi pantai yang terjadi akibat gempuran gelombang serta pembangunan konstruksi yang tidak akrab lingkungan. Salah satu usaha pengembangan daerah pantai yang sedang dan telah dilaksanakan adalah pembangunan pantai buatan (artificial beach nourishment). Pada tulisan ini disajikan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik gelombang (tinggi gelombang H, periode gelombang T dan panjang gelombang L) terhadap Equilibrium Beach Profile (EBP) atau final slope (n f) (profil) yang terbentuk terutama pada area swash zones. Uji model fisik 3-D dilakukan terhadap material penyusun pantai berupa pasir (d 50 = 0,467 -1,2 mm), dengan bangunan pelindung berupa gabungan groin I dan L. Model pantai pasir di tempatkan pada kolam gelombang, dengan initial slope (n = 6) dan dikenai gelombang reguler konstan hingga kondisi EBP tercapai. Untuk setiap model uji dilakukan variasi tinggi gelombang (H) dan periode gelombang (T). Hasil penelitian menunjukkan EBP atau profil kemiringan stabil yang terbentuk dipengaruhi oleh karakteristik gelombang. Pada area terbuka, semakin besar H 0 /L 0 , profil yang terbentuk akan bergeser dari swell profile menjadi storm profile, yang ditunjukkan oleh terjadinya bar. Jika H 0 /L 0 semakin besar, pantai akan semakin tegak (nilai n f semakin kecil), hal ini identik dengan hasil penelitian 2 D dan studi kasus di pantai Sanur, Bali yang dilakukan Setyandito dkk. (2010) serta kajian teoritis dari penelitian sebelumnya. Landai akhir, n f yang terbentuk pada area terbuka pada hasil penelitian ini memiliki nilai 3 hingga 12. Kata kunci: profil kemiringan, pantai pasir buatan, uji model fisik, penanggulangan erosi, pendukung konservasi lingkungan daerah pantai 1. Pendahuluan Beberapa pantai pasir di Indonesia yang merupakan kawasan wisata berkurang (garis pantainya mundur) akibat adanya proses erosi. Agar pantai tersebut masih dapat dipertahankan sebagai kawasan wisata maka perlu dilakukan revitalisasi kawasan tersebut dengan melakukan pemulihan kembali. Salah satu cara adalah dengan pantai pasir buatan atau artificial beach nourishment. Artificial beach nourishment bertujuan untuk menambah lebar pantai dan melindungi pantai dengan konsep menyediakan sejumlah pasir untuk dibawa oleh longshore current sehingga arus tersebut tidak mengikis pantai, serta menyediakan cadangan pasir yang sewaktu-waktu dibutuhkan, terutama pada saat badai dapat terangkut oleh cross-shore current.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setyandito, O., Nizam, N., Yuwono, N., & Triatmadja, R. (2012). Pengaruh Gelombang pada Profil Kemiringan Pantai Pasir Buatan (Uji Model Fisik dan Studi Kasus Penanggulangan Erosi serta Pendukung Konservasi Lingkungan Daerah Pantai). Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 4(1), 32–42. https://doi.org/10.20885/jstl.vol4.iss1.art4

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free