PENINGKATAN VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL JAGUNG PADA KONDISI SALIN DENGAN RHIZOBAKTERI INDIGENOUS PULAU TARAKAN

  • Pudjiwati E
  • Zahara S
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Cekaman salin sangat mempengaruhi tanaman jagung mulai dari perkecambahan, pertumbuhan dan produktivitasnya. Aplikasi rhizobakteri dapat mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman pada tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rhizobakteri indigenous pada perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pertama screening isolat yang mampu memberikan perkecambahan yang baik pada kondisi salin. Tahap kedua uji 8 isolat rhizobakteri hasil tahap pertama pada pertumbuhan vegetatif awal jagung pada kondisi salin. Rancangan percobaan yang digunakan pada tahap pertama adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 23 isolat rhizobakteri sebagai perlakuan, diulang 2 kali. Pada tahap kedua digunakan rancangan acak kelompok, 8 perlakuan isolat rhizobakteri dan 2 kontrol, dengan 5 ulangan. Hasil penelitian pada tahap pertama diperoleh 8 isolat rhizobakteri yang mampu memberikan persentase perkecambahan ≥ 70% dan isolat B311 memberikan persentase perkecambahan 90%. Pada uji pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung isolat B19 mampu memberikan pertumbuhan vegetatif awal yang lebih baik pada kondisi salin daripada isolat yang lain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pudjiwati, E. H., & Zahara, S. (2020). PENINGKATAN VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL JAGUNG PADA KONDISI SALIN DENGAN RHIZOBAKTERI INDIGENOUS PULAU TARAKAN. Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi, 8(2), 101–116. https://doi.org/10.33005/plumula.v8i2.44

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free