Abstract
Tujuan penelitian ini adalah melihat buzzer sebagai fenomena praktik kekuasaan yang dinarasikan dalam cerpen "Riuh” karya Okky Madasari dengan pendekatan kognisi sosial dari Teun A. van Dijk. Dengan menggunakan teknik catat, data diklasifikasi menurut wacana sosial dan kekuasaan yang berhasil ditemukan. Setelah itu, data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis tiga dimensi model van Dijk. Metode ini terdiri atas tiga dimensi/bangunan, yakni (a) teks, (b) kognisi sosial, serta (c) konteks sosial. Inti analisis van Dijk adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan analisis yang utuh. Berdasarkan analisis, terdapat tiga wacana yang terungkap. Pertama, buzzer memiliki akses untuk memengaruhi wacana. Kedua, terungkap adanya praktik kekuasaan antara buzzer dan elite penguasa yang mampu membiayai akses wacana. Ketiga, ditemukan pula bahwa buzzer menjadi alat propaganda politik di media sosial dalam kasus korupsi. Penelitian kualitatif-deskriptif ini diharapkan dapat mempeluas kajian analisis wacana kritis menurut Teun. A. van Dijk.
Cite
CITATION STYLE
Lusiana, M. (2020). Fenomena Buzzer dalam Cerpen “Riuh” Karya Okky Madasari: Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk. LOKABASA, 11(2), 174–184. https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2.27804
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.