Abstract
Tujuan penelitian ini adalah; (1), meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran (2), meningkatkan hasil belajar dengan penerapan model inquiry learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas pola Hopkins. Pada siklus I penerapan model inquiry learning lebih efektif 12,51% dalam meningkatkan partisipasi (keterampilan), dan lebih efektif 8,33% dalam meningkatkan hasil belajar (pengetahuan). Artinya dalam pembelajaran prasiklus peserta didik mencapai tingkat partisipasi (keterampilan) 43,05% dan hasil belajar (pengetahuan) 56,95%, maka dengan model inquiry learning peserta didik akan meningkat partisipasinya 55,56% dan hasil belajar 65,28% Sedangkan pada siklus 2 penerapan model inquiry learning untuk partisipasi (keterampilan) lebih efektif 20,83% dan untuk aspek pengetahuan lebih efektif 13,84%, maka capaian ketuntasan belajar pada partisipasi (keterampilan) sebesar 76,39% dan aspek pengetahuan sebesar 79,12%. Hal tersebut menunjukkan penerapan model inquiry learning dapat dikatakan lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Sejarah Indonesia.
Cite
CITATION STYLE
Pi’i, M. (2019). Penerapan Model Inquiy Learning dalam Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Pembelajaran Sejarah Indonesia. Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal, 3(1), 45. https://doi.org/10.26740/metafora.v3n1.p45-52
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.