Abstract
Abstrak Latar belakang; Kota Sorong merupakan wilayah patahan yang paling aktif di Indonesia sehingga wilayah ini sering mengalami gempa bumi. Mi instan merupakan makanan darurat yang diberikan pada ransum Fase II dalam keadaan darurat.Tujuan; Untuk menganalisis daya terima mi instan berbahan dari tepung sagu (metroxylon sagu r) dan protein ikan gabus (channa striata) serta dapat mengimbangi persyaratan nilai gizi emergency food product (EFP). Bahan dan Metode; jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dan pengolahan statistik menggunakan uji ANOVA dengan desain RAL. Bahan utama penelitian ini adalah tepung sagu dan protein hewani dari ikan gabus Kota Sorong. Dilakukan analisis zat gizi dan uji daya terima. Hasil; hasil penelitian ini yaitu bahan ikan gabus mengandung protein sekitar 51% lebih besar dari pada protein ikan gabus di luar Kota Sorong sekitar 24-29%. Adanya pengaruh penambahan protein ikan gabus pada zat gizi mi instan dengan nilai p < 0,05. Kandungan kalori dan zat gizi pada produk mi instan M20 yang terpilih per 50 gram EFP yaitu (Energi = 231,24 kkal, lemak = 8,99 gram,protein = 5,78 gram dan karbohidrat = 23,12 gram).Mi instan M20 dari segi rasa, aroma,warna dan keseluruhan yang paling disukai oleh panelis tidak terlatih dengan skor 5-6 (agak suka-suka). Kesimpulan; produk mi instan yang paling disukai adalah mi instan M20, penambahan protein ikan gabus pada mi instan M20 menyebabkan kenaikan kandungan protein pada mi instan M20 dan mi instan M20 memiliki kandungan energi dan zat gizi mengimbangi kandungan energi dan zat gizi standar makanan darurat. Abstract Background; Sorong City was the sliding fault so that this region often experiences earthquakes.Instant noodles are emergency foods given in Phase II rations in an emergency. Objectives; To analyze acceptability of instant noodles made from sago flour (Metroxylon sago r) and snakehead fish protein (Channa striata) and could be offset nutritional value of emergency food product (EFP .Materials and Methods; this type of research was pure experimentation and statistical processing using the ANOVA test with RAL design. The main ingredient of this research was sago flour and animal protein from Sorong City cork fish. Nutrient analysis and acceptability were tested. Results; the results of this study are cork fish containing 51% more protein than cork fish protein outside Sorong City around 24-29%. The influence of the addition of cork fish protein on the nutrients of instant noodles with a value of p <0.05, calorie content and nutrients in the selected instant noodle product M20 were (energy = 231,24 kkal, fat = 8,99 gram,protein = 5,78 gram and karbohydrat = 23,12 gram). M20 instant noodles in terms of taste, aroma, color, and overall are preferred by untrained panelists with a score of 5-6 (rather like-like).Conclusion; the most preferred instant noodle products were M20 instant noodles, the addition of cork fish protein in M20 instant noodle caused an increased protein content, and M20 have energy content, nutritional contents to offset emergency food product standard.
Cite
CITATION STYLE
Briliannita, A. (2020). Daya Terima dan Nilai Gizi Mi Instan dari Tepung Sagu dan Protein Ikan Gabus sebagai Makanan Darurat. Jurnal Dunia Gizi, 3(1), 52. https://doi.org/10.33085/jdg.v3i1.4652
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.