Pengembangan Kampung Tempe dalam Pemasaran melalui Media Online Berbasis Web

  • Djauhari M
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Pada masa pandemi ini para pengusaha UMKM mengalami penurunan penjuaalan khususnya UMKM yang ada di Kampung Tempe. Kampung tempe ini memiliki paguyuban untuk mengayomi para produsen olahan kedelai ini. Dimasa masa pandemi ini paguyuban tersebut berhenti dan tidak aktif, setidaknya 5 orang saja yang masih aktif memproduksi olahan dari kedelai ini. Kampung tempe ini memproduksi brbagai olahan tempe seperti keripik tempe, botok tempe tempe menjes, sari kedelai, dll. Pada masa pademi ini hasil dari penjualan olahan di Kampung Tempe ini mengalami penurunan. Dengan adanya fenomena ini ingin membantu mengoptimalkan pemasaran dari kampung tempe ini supaya memperoleh pendapatan yang maksimal. Melalui  pemanfaatan media online kepada produsen yang ada di kampung tempe ini diharapkan  juga dapat memberikan edukasi kepada produsen di kampung tempe terkait mengenai pemanfaatan media online ini sebagai sarana pemasaran komunikasi. Pengambilan data diperoleh pada masa pandemi ini terkait dengan kegiatan usaha pengolahan di kampung tempe akhir-akhir ini menurun drastris sebelumnya dapat menghasilkan 100 kg perhari sekarang hanya menghasilkan sekitar 60 kg per hari. Melalui Kuliah Kerja lapangan yang akan kami lakukan pada tanggal 24 Mei sampai 9 Juli 2021 peneliti mencoba untuk membantu mempromosikan Kampung Tempe melalui Web.

Cite

CITATION STYLE

APA

Djauhari, Moch. (2021). Pengembangan Kampung Tempe dalam Pemasaran melalui Media Online Berbasis Web. Prapanca : Jurnal Abdimas, 1(2), 80–89. https://doi.org/10.37826/prapanca.v1i2.206

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free