Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses Collaborative Governance dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses kolaborasi antara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada pengelolaan sampah di TPA Parit Enam Kelurahan Bacang kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Collaborative Governance dari Anshel dan Gash. Hasil dari penelitian ini adalah Collaborative Governance pada kemitraan antara Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada pengelolaan sampah di TPA Parit Enam dianggap efektif. Ini dibuktikan oleh pihak DLH yang mampu memenuhi standar program kerja yang diajukan PLTU. Selain itu, adanya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak maka pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait juga diharapkan tidak mendapat kendala apapun. Sinergi antara PLTU, DLH dan pengelola TPA serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang.
Cite
CITATION STYLE
Krisnawati, K. (2022). Collaborative Governance: Tata Kelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam Kota Pangkal Pinang. Journal of Politics and Democracy, 2(1), 24–32. https://doi.org/10.61183/polikrasi.v2i1.34
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.