Abstract
Telah dianalisis kontur isodosis pada instalasi radiologi RSUD Madani Palu, untuk mengetahui jarak yang paling aman bagi petugas radiologi RSUD Madani Palu untuk berada di ruangan pesawat sinar-X. Pengukuran dilakukan pada waktu sebelum dan saat ekspose pada phantom air dengan pesawat sinar-X menggunakan surveymeter. Pengukuran laju paparan radiasi dilakukan pada 65 titik pengukuran di ruangan pesawat sinar-X yaitu masing-masing 32 titik berada pada lintasan (A, B, C, D, E, F, G, H) secara radial pada ketinggian h1 (1,113 m) dan h2 (1,613 m), serta 1 titik pada pusat sumber radiasi sekunder. Hasil pengolahan data diperoleh dosis paparan radiasi terbesar berada pada lintasan G (depan pesawat sinar-X) sebesar 19,15 mSv/jam untuk h1 dan 11,6 mSv/jam untuk h2, serta pada kontur isodosis diperoleh adanya beberapa jumlah lintasan dan warna yang berbeda di setiap nilai dosis paparan radiasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis paparan radiasi sinar-X di instalasi radiologi RSUD Madani Palu masih berada dibawah NBD yang ditetapkan BAPETEN (20 mSv/tahun), sementara pada kontur isodosis menunjukkan nilai dosis paparan radiasi bernilai 0 pada jarak > 3 m dari pesawat sinar-X, sehingga petugas radiologi masih dalam batas aman melakukan kegiatan radiodiagnostik. Kata kunci: Kontur isodosis, dosis paparan radiasi, dan radiasi sekunder
Cite
CITATION STYLE
Tulfala, F., & Kasman. (2020). Analisis Kontur Isodosis Paparan Radiasi Sinar-X di Instalasi Radiologi UPT Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu. Gravitasi, 19(1), 20–23. https://doi.org/10.22487/gravitasi.v19i1.15105
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.