SEJARAH PERKEMBANGAN ORIENTALIS

  • Susmihara S
N/ACitations
Citations of this article
97Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Minat orang Barat untuk mengkaji Timur termasuk Islam sudah berlangsung cukup lama dan telah menmpuh fase-fase historis tertentu. Setiap fase perkembangan  orientalis itu memiliki ciri dan tendensi yang berbeda. Fase sebelum melutusnya perang salib, tujuan para oritentalis  adalah memindahkan ilmu pengetahuan dari dunia Islam ke Eropa. Fase masa perang salib, Peter sebagai kepala Biara Cluny memerintahan para sarjana dan penerjemah untuk menerjemahkan teks-teks Arab ke bahasa latin. Dalam proses penerjemahan ini, terjadilah cerita-cerita negatif yang ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad saw. Cerita-cerita pada dasarnya akibat dari kekalahan Kristen dalam Perang Salib. Fase masa pencerahan di Eropa ditandai keinginan para orientalis untuk mencari kebenaran. Pada masa ini kekuatan rasio mulai meningkat sehingga lahirlah karya-karya yang dianggap objektif, bahkan berisi penghargaan kepada Nabi Muhammad dan Alquran. Hal ini didorong oleh motif ekonomi dan politik. Orang Barat pada saat ini, berkeinginan menguasai Timur, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan Timur secara objektif dan menyeluruh, agar dapat menyusun strategi  untuk mencapai tujuan itu. Mulai abad ke 19 sampai sekarang para orientalis secara teratur mengadakan kegiatan seperti kongres-kongres, mendirikan lembaga-lembaga kajian ketimuran, mendirikan  organisasi-organisasi ketimuran dan menerbitkan majalah-majalah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Susmihara, S. (2017). SEJARAH PERKEMBANGAN ORIENTALIS. Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, 5(1), 41–53. https://doi.org/10.24252/rihlah.v5i1.3182

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free