EKSISTENSI LURIK PRASOJO KLATEN: SEJARAH DAN FILOSOFI

  • Ramadhani A
  • Sukmawan S
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lurik adalah salah satu kerajinan tradisional di Kabupaten Klaten. Pusat kerajinan lurik terdapat di Kecamatan Pedan. Keberadaan lurik Pedan tidak dapat dilepaskan dari peran “Lurik Prasojo”. Perusahaan ini dipandnag sebagai awal mula lurik di Klaten. Dalam proses produksinya, alat yang digunakan untuk menenun lurik berupa alat tenun bukan mesin (ATBM), yang kemudian berkembang dengan menggunakan alat tenun mesin (ATM). Produk dihasilkan berupa berbagai macam motif yaitu motif tumenggungan yang memiliki corak pakan malang, motif bribil, motif liwatan, motif lasem, dan motif telu pat yang memiliki corak lanjuran, serta motif tumbar pecah yang merupakan kombinasi dua corak, yaitu corak lajuran dan corak pakan malang. Motif tersebut mempunyai makna filosofi berupa proses kelahiran manusia yang diharapkan dapat mewujudkan rasa kasih sayang dan kebahagiaan. Keberadaan kerajinan lurik memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat karena dapat menggerakakan ekonomi masyarakat sekitar. Melalui penelitian ini, dapat menunjukkan bahwa kerajinan ini  memberi kontribusi terhadap eksistensi lurik di Klaten. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui penggumpulan sumber menggunakan folklore, observasi, dan wawancara. Melalui metode ini dapat dideskripsikan (i) sejarah Lurik Prasojo; (ii) Proses produksi; (iii) alat yang digunakan; (iv) berbagai jenis produk; (v) dan Filosofi Motif Lurik Prasojo.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramadhani, A. K., & Sukmawan, S. (2022). EKSISTENSI LURIK PRASOJO KLATEN: SEJARAH DAN FILOSOFI. HUMANIKA, 29(1), 122–137. https://doi.org/10.14710/humanika.v29i1.45261

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free