Peran Pengembangan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Panglipuran

  • Nur Istiqomah N
  • Fauziah I
  • Nur Hasanah I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa Penglipuran, sebuah desa wisata di Bali, menerima penghargaan Sustainable Tourism Award (STA) sebagai desa terbersih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pertumbuhan multikultural yang didasarkan pada kearifan lokal berkontribusi pada keberhasilan Desa Penglipuran. Penelitian ini dilakukan secara  deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk Desa Penglipuran sangat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sesuatu yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Disamping itu, landasan hidup masyarakat adalah filsafat Tri Hita Karana, yang menekankan hubungan antara manusia dengan Tuhan, antar sesama manusia, dan dengan alam. Pengendalian tempat suci, pelestarian lingkungan, dan tradisi gotong royong adalah beberapa contoh dari kearifan lokal ini. Pengembangan pariwisata di Desa Penglipuran berfokus pada pelestarian budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, Desa Penglipuran dapat menjadi contoh yang baik tentang bagaimana mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdasarkan kearifan lokal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nur Istiqomah, N. I., Fauziah, I., Nur Hasanah, I., Anawati, N., & Nurpratiwiningsih, L. (2025). Peran Pengembangan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Panglipuran. Jurnal Cahaya Edukasi, 3(1), 1–3. https://doi.org/10.63863/jce.v3i1.11

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free