Abstract
Penelitian bertujuan menganalisis strategi nafkah rumah tangga pembudidaya rumput laut dan sistem nafkah yang berlaku serta mengetahui pengelolaan asset nafkah. Penelitian dilakukan di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, pada bulan Januari hingga Februari 2024. Informan ditentukan dengan metode purposive sampling. Lima rumahtangga diambil dari setiap dusun sehingga diperoleh sebanyak 30 rumah tangga dengan kategori pembudidaya rumput laut dan melakukan usaha rumput laut dan juga melakukan diversifikasi nafkah. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Penelitian menunjukkan bahwa strategi nafkah di lakukan oleh pembudidaya rumput laut yang paling dominan adalah konsolidasi, dicirikan dengan jumlah bentangan yang lebih banyak dibandingkan dengan survival, memiliki akses ke lembaga perkreditan bank dan pihak lain (pedagang pengumpul dan swasta). Sedangkan sistem nafkah lebih banyak kepada sistem on farm – on farm disebabkan karena kondisi geografis yang mendukung serta masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh pembudidaya, sehingga masyarakat masih bergantung dengan alam dalam berusaha atau menekuni pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian yang tinggi. Pengelolaan asset nafkah pembudidaya rumput laut melibatkan lima modal yakni modal alam, manusia, sosial, finansial dan fisik yang biasa disebut sebagai pentagon asset.
Cite
CITATION STYLE
Cahyani, R. P. D., Syarif, A., Mudatsir, R., & Nailah, N. (2024). Strategi Nafkah Pada Rumah Tangga Pembudidaya Rumput Laut Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Musamus Journal of Agribusiness, 7(1), 25–38. https://doi.org/10.35724/mujagri.v7i1.5917
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.