MEMBANGUN KETAHANAN DAN KEAMANAN SOSIAL: MODEL PERTAHANAN NON-MILITER BERBASIS KOMUNITAS

  • Rahmawati A
  • Asep Adang Supriyadi
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keamanan nasional Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks dari ancaman non-militer seperti serangan siber, disinformasi, perubahan iklim, dan kelangkaan sumber daya. Pendekatan pertahanan konvensional tidak lagi memadai untuk merespons dinamika ini secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review terhadap artikel-artikel yang terindeks di Scopus, dengan lima kategori tematik sebagai kerangka analisis: ketahanan sosial, ancaman non-militer, keterkaitan dengan keamanan nasional, peran aktor lokal, dan model implementasi. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi berbasis komunitas mampu meningkatkan ketahanan melalui pemanfaatan tradisi budaya, jejaring sosial informal, dan fondasi ekonomi lokal. Inisiatif seperti pelatihan literasi digital, sistem peringatan dini partisipatif, serta tata kelola kolaboratif terbukti efektif sebagai bentuk pertahanan dari bawah. Meski demikian, ketimpangan dan eksklusi sosial tetap menjadi tantangan utama. Kesimpulannya, negara perlu berperan sebagai mitra strategis, bukan satu-satunya penyedia keamanan. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual baru yang menghubungkan ketahanan sosial dengan pertahanan non-militer berbasis komunitas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmawati, A., & Asep Adang Supriyadi. (2025). MEMBANGUN KETAHANAN DAN KEAMANAN SOSIAL: MODEL PERTAHANAN NON-MILITER BERBASIS KOMUNITAS. Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan, 13(2). https://doi.org/10.35450/jip.v13i2.1122

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free