Abstract
Artikel ini bertujuan untuk melihat tradisi yang terkait dengan eksistensi Yang Maha Mutlak akan melahirkan sistem ritual yang unik dan khas pada ritual ruwatan rambut gimbal di Dieng, yang merupakan wilayah terpencil dan periferi dari tradisi dan budaya Jawa yang berpusat di Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Mempersepsi mitos dan fenomena budaya dengan cara pandang yang mengalami sublimasi dan merupakan inovasi bagi tradisi pusat di kraton. Terjadi “gerak” budaya pusat yang menepi (periferi) dan termanifestasi menjadi sebuah ritual “religius” yang dilakukan oleh masyarakat. Persoalan yang muncul adalan bagaimana tradisi ritual ruwatan rambut gimbal dimaknai sebagai sebuah religiusitas yang tidak dilakukan di pusat tradisi (kraton), serta bagaimana makna bagi masyarakat Dieng. Dengan menggunakan perspektif rites of passage artikel berikut ini menguraikan fenomena tersebut. Hasil dan analisis adalah adanya kompromi positif antara konsep kesucian dengan konsep-konsep yang lebih duniawi seperti kepentingan ekonomi (pariwisata) yang merupakan bentuk reagregasi budaya di Dieng.
Cite
CITATION STYLE
Hamsah, U. (2020). Religi Masyarakat Periferi: Analisis Rites of Passage Atas Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng. FIKRAH, 8(2), 255. https://doi.org/10.21043/fikrah.v8i2.6912
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.