Abstract
Niat (mens rea) adalah elemen penting dalam hukum pidana Indonesia yang berperan dalam menentukan tingkat pertanggungjawaban pidana seseorang. Tanpa adanya niat atau kesengajaan, tindak pidana cenderung dianggap tidak lengkap, karena hukum pidana mensyaratkan adanya kesalahan batiniah yang melandasi suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mens rea dalam sistem hukum pidana di Indonesia, terutama dalam menentukan tingkat kesalahan dan hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pustaka, di mana berbagai sumber hukum seperti peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah ditelaah untuk memahami penerapan mens rea dalam kasus-kasus pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mens rea memiliki peran krusial dalam memisahkan antara tindak pidana yang dilakukan dengan kesengajaan atau niat buruk dan yang terjadi karena kelalaian. Kehadiran mens rea sering kali memperberat hukuman, terutama dalam kasus-kasus berat seperti pembunuhan berencana. Namun, pembuktian niat tetap menjadi tantangan dalam hukum pidana, khususnya dalam kasus-kasus kompleks seperti kejahatan siber. Kesimpulannya, penerapan mens rea berkontribusi signifikan terhadap keadilan dalam proses peradilan pidana di Indonesia.
Cite
CITATION STYLE
Ar, A. M., Wirda, W., Rusbandi, A. S., Zulhendra, M., Bahri, S., & Fajri, D. (2024). Peran Niat (Mens rea) dalam Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 240–252. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.140
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.